purging atau breakout

JBBInsider, kamu masih kesusahan membedakan purging dan breakout? Bagi orang yang memiliki kulit mudah berjerawat mungkin akan sulit untuk membedakan purging dan breakout setelah menggunakan produk skincare tertentu. Kedua hal tersebut memang kondisi yang hamper sama, banyak orang yang masih belum mengetahui perbedaany sehingga salah memilih perawatan yang tepat.

Nah, agar tidak keliru, yuk simak perbedaannya!

Purging

purging
Purging adalah proses adaptasi kulit dengan produk skincare yang digunakan. Istilah purging bisa disebut dengan reaksi kulit terhadap bahan aktif dari suatu produk untuk mempercepat pergantian sel kulit mati. Biasanya, purging akan muncul jerawat di area kulit yang memang biasanya muncul jerawat. Purging akan mengeluarkan kotoran yang ada di dalam kulit sehingga kulit akan beregenerasi dengan cepat dan melakukan pengelupasan. Proses purging biasanya sekitar 2-3 minggu, sel kulit baru akan muncul dan membuat kondisi kulit menjadi lebih sehat.

Banyak yang berkata bahwa purging memang seharusnya terjadi jika menggunakan produk skincare baru, dan jika tidak purging artinya tidak bagus. Eits, itu salah besar ya guys. Purging memang reaksi wajar ketika produk skincare baru beradaptasi dengan kulit, tapi akan lebih baik kulit beradaptasi tanpa proses purging. Jadi, tidak semua orang harus mengalami purging terlebih dahulu.

Jika kamu sedang mengalami purging, disarankan untuk tidak memakai riasan wajah secara berlebihan. Karena makeup yang terlalu tebal akan mengakibatkan kondisi wajah kamu semakin parah dengan jerawat meradang. Alangkah baiknya, untuk berpuasa makeup terlebih dahulu demi menghindari kulit wajah yang masih dalam kondisi belum sembuh maksimal.

clay mask

Selama purging, kulit wajah masih tetap harus di rawat. Jika kamu ingin meluangkan waktu untuk maskeran, alangkah baiknya untuk maskeran dengan jenis masker berbentuk clay mask. Secara khusus, clay mask ini efektif dan terasa lembut untuk menenangkan kulit serta mengurangi iritasi.

Salah satu mengatasi purging adalah menggunakan skincare secara bertahap. Kamu dapat menggunakan dosis skincare dimulai dengan dosis yang kecil terlebih dahulu agar kulit dapat beradaptasi dengan baik. Jika terjadi purging ataupun breakout, jangan pernah menyentuk atau memencet jerawat, karena dapat memperparah kondisi jerawat dan akan meninggalkan bekas jerawat di kulit.

Breakout

breakout
Breakout adalah reaksi kulit karena tidak cocok pdengan zak aktf dalam produk skincare. Biasanya selain muncul jerawat, kulit akan memunculkan alergi seperti kemerahan, dan iritasi. Jerawat akan muncul di area yang biasanya tidak muncul jerawat. Proses breakout akan lebih lama, umumnya lebih dari sebukan jerawat yang muncul tidak menghilang.

Salah satu faktor yang dapat menyebabkan breakout adalah jarang mencuci sarung bantal dan seprai. Karena pada siang hari, setiap kotoran, minyak, makeup, dan kotoran menumpuk di kulit. Jika tidak mencuci muka sebelum tidur dan langsung rebahan di kasur, maka secara tidak langsung akan menyebarkan bakteri ke sarung bantal.

patch test

Kamu dapat menghindari breakout pada wajah dengan cara melakukan patch test. Patch test dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat iritasi pada kulit atau tidak sebelum menggunakan skincare. Caranya cukup mudah kok, kamu dapat menempatkan produk dalam jumlah sedikit┬ádi daerah kulit dan tunggu selama 2 – 3 hari. Apabila terjadi kemerahan, bengkak, gatal rasa terbakar, maka kamu tidak disarankan untuk menggunakan produk tersebut, karena itu merupakan tanda iritasi.

Untuk mencegah terjadinya breakout, sebaiknya kamu menghindari kandungan yang memicu terjadinya iritasi pada kulit wajah. Kandungan tersebut seperti parfum dan pengawet. Cari produk skincare yang tidak ada kandungan tersebut, ya!

Sekarang sudah tahu kan perbedaan purging dan breakout? Jangan sampai salah penanganan ya, girls, takutnya malah memperburuk jerawat kamu!